Kisah Pengalaman Hidup Muh Cipto Waluyo - Bagian 1

Cerita nyata semoga membawa inspirasi yang baik untuk semuanya.

Muh Cipto Waluyo, bersabuk biru sebelah kiri bersama para santri MaRuyung - Jingkang 2006

Part 1 (1-11 story)

1.    Tokoh inspiratif dalam Walisanga

Sewaktu kecil, rumah seperti Pesantren yang siang malam selalu ada anak ngaji dan bermain, saat itu ayah merupakan satu satunya orang yang punya televise meskipun hitam putih, tokoh paling senang yaitu menonton film laga religi WALI SONGO, sehingga sangat masuk dipikiran dan menginspirasi besok gede untuk bisa menirunya, terlebih pada Sunan Kalijaga.


2.    Menang meski dikeroyok teman tk

Sewaktu usia TK sekitar 6 tahun di TK Diponegoro Sawangan, karna bersekolah bukan ditempat sendiri maka sering dibuli oleh teman sekolah, jika seperti itu maka akan duduk mengencangkan badan dan baca bismilahirrohmanirohim, meniru seperti dalam filem pendekar di televise. Sehingga saat mengalami penindasan berkelahi yang jadi kebiasaan sehingga akhirnya memberanikan diri meski tak punya banyak teman sekutu, namun insting berkelahi sudah muncul sehingga selalu menang dalam berkelahi meski dikeroyok.


3.    Warisan Leluhur Keris Cakra Buana

Tak disangka sama sekali, ternyata keluarga punya pusaka warisan leluhur dari Trah Cirebonan yang sejarah konon dari Gunung Ciremai. Menurut cerita pusaka tersebut harus dipegang yang punya dasar agama yang kuat, berhubung ada kakak yang nyantri di Ponpes Darussa’adah lebih lama dari adiknya, maka diserahkan ke kakaknya, namun di sang kakak malah menjadikan error, yaitu jadi melakukan pantangan MOLIMO yang dari Sunan Ampel, sehingga suatu saat pusaka tersebut menghilang dan kembali pada sang pemberi yaitu Mbah Sumeri Carwin, sehingga dicari solusi dengan qiyamulail ternyata akan cocok bila diberikan pada sang adik meskipun dulu sang adik di Ponpes Darussa’adah hanya beberapa waktu, dan akhirnya semakin tenang dan nyaman.


4.    Kebiasaan makan sajen

Kebiasaan yang aneh semakin kuat setelah tumbuh jadi anak sekolah, dalam perjalanan sekolah SD yang harus jalan kaki sekitar 1.000 m dengan melewati berbagai daerah pingit biasa di lalui, dan tak jarang menjumpai sesaji di sawah maupun tempat keramat yang dilalui, namun karena lapar maka hanya bermodal yaqin kepada Alloh SWT, Bissmillahi rohmanir rohim maka sesaji termakan habis sebelum ketahuan pemiliknya. Ternyata dari saat dikandungan, sang ibu yang mengandung nyidam kemenyan dan memakannya, sehingga pantas saja setelah lahir gemar makan sesaji.


5.    Mematahkan capit urang sepeda dengan kaki

Saat usia SD sekitar kelas 2, biasa ikut bersepeda sama kakak dengan duduk di depan wangkring BMX merah, posisi kaki tanpa sadar masuk keroda depan padahal dalam keadaan melaju cepat sehingga seketika itu capit urang dari besi sampai patah semuanya, namun kaki tak terluka hanya memar saja.


6.    Melawan kelong dengan adzan

Karna ditakut takuti kakak terkait sepeda yang patah, maka tidak berani untuk pulang, padahal sudah mendekati maghrib, masih sembunyi di sawah takut bila dimarahi ayah nantinya. Sampai akhirnya muncul senja kemerahan dan muncul seseorang yang sangat dikenal, yaitu ayah sendiri yang menghampiri seraya berkata “Priwe, pite tugel ya..? ora papa, ayuh tuku maning meng ajibarang ya.!” Karna ucapan yang santai maka mengikuti saja, namun kemudian pas lagi jalan di jalan raya, ada suara adzan ALLOHU AKBAR 2X, terdiam karna merasa suara adzan itu tak sing ditelinga, seraya berkata “Kae sing adzan ALLOHU AKBAR kaya suarane bapane, berarti bapane inyong lagi adzan, lha rika berarti sapa, geneng mirip bapane inyong..?” maka seketika itu orang itu ngomong, “ko nunggu mobil disit neng gardu kie ya.! Aku ana kepentingan sedela” lalu orang itu pergi dan langsung jagi gelap gulita, terasa semakin dingin ternyata di selapkan di tengah tengah pohon pisang di tengah sawah sekitar 200 m dari rumah, barulah sadar kalo yang mengajak terebut adalah KELONG yang menyamar sebagai bapane.


7.    Dikeroyok kakak kelas SD N 3 Jingkang

Tak jauh beda dengan kisah waktu TK, saat SD pun dibuli juga oleh kakak kelas, diminta jajan maupun uang saku dan kalo tidak ngasih maka dipukuli, karna terlalu sering akhirnya jiwanya berontak sehingga siapapun dilawan meskipun kakak kelas, dengan modal niat kuat dan doa lahaula wala quwata illabilahi nagliyul ngadim maju tanpa gentar, sehingga berhasil juga meski dikeroyok sampai lima anak.


8.    Menemukan rembulan jatuh di halaman

Waktu kecil punya kebiasaan aneh, dan sedikit berbeda dengan lainnya, sama orang tua sering diajak qiyamulail sehingga akhirnya susah tidur setelah tahajud dan dzikiran dengan orang tua, karna menunggu ngantuk inilah sambil membuat mainan gambang dari bamboo, pada saat duduk di depan pintu masuk depan tak menyadari ada sinar yang terang di halaman masjid yang sekaligus halaman rumah, seperti bola raksasa dengan diameter sekitar 3m berwarna putih, namun karna merasa takut juga penasaran akhirnya mendekatlah, namun begitu mau disentuh akhirnya tidak berani maka masuk kerumah untuk ditemani ayah, namun setelah ditemani maka rembulan itu sudah tiak ada lagi.

 

9.    Ngaji, sholat dan jalan dalam posisi tidur pulas

Kebiasaan ini terjadi sewaktu masih anak anak sekitar usia SD, karna mungkin ngantuk atau lainnya, biasanya jika saat ngaji kitab meskipun duduk sendiri tak bersandar mata tertutup dan tertidur, pernah suatu saat dibangunkan untuk berwudhu, namun hanya keluar sambil mata terpejam, masuk ke masjid lagi dan mengikuti sholat isya tanpa sadar, sampai ikut wiridan dan pulang kerumah jalan kaki sambil tidur, akhirnya sadar di pagi hari dan terkejut, karna ingatnya masih ngaji di masjid.


10.                      Duit bertambah dengan sendirinya

Pada saat membangun masjid, ayah sebagai bendahara pembangunan masjid, suatu saat dihadapkan pada pilihan yang sulit yaitu besok harinya harus membeli besi untuk pengecoran sekitar 1 juta, harus membayar ongkos kerja yang sudah seminggu menunggak sekitar 1 juta, sehingga total dibutuhkan sekitar 2 jutaan, padahal di tas hasil pengumpulan dana oleh penarik hanya ada 1 juta. Malam itu kami bertiga rutinan Qiyamulail, minta sama Alloh Yang kuasa akan segala sesuatunya, setelah selesai kami menghitung lagi uangnya, ternyata menjadi 2 iket uang yang sama tak bisa dibedakan masing masing 1 juta, sehingga kami heran sampai ga bisa tidur sampai subuh dan bisa dibelanjakan uangnya.


11.                      Jatuh dari pucuk pohon salam

Sewaktu anak anak termasukanak yang aktif, gemar bermain bersama teman seangkatannya, waktu itu musim pohon salam berbuah, terlihat sangat menarik sehingga diputuskan setelah sekolah untuk bersama sama memetik buah salam, waktu itu entah karena sering mengamalkan doa nabi Dawud AS, membuat tubuh serasa ringan manjat pohon sampai pucuknya, sehingga dapat menikmati buah jumlah yang banyak, teman yang lain iri sehingga digoncangkan pohonnya sampai terjatuh sekitar 10 meter, tapi alkhamdulilah tak terjadi apapun.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Kisah Pengalaman Hidup Muh Cipto Waluyo - Bagian 1"