Profil Eyang Sumeri Carwin – Pembina Ponpes Al
Muhajirin – Jingkang
Assalamu
alaikum warohmatulloh Wabarokatuh
Sewaktu kecil dilahirkan dari keluarga yang
kurang berada, kehidupannya yang serba kekurangan membuat dirinya harus
berjuang mencari nafkah membantu sang ayah dan memberi makan adik adik adiknya.
Lahir dari pasangan Eyang Tarpingi dan Eyang
Narisem di Jingkang, sebagai anak pertama dari 6 saudara. Hal ini yang ikut
membuat merasa bertanggung jawab jika adik adiknya mengalami kesusahan ataupun merasa
butuh segala sesuatu. Sakit adalah hal biasa apalagi sakit perut karena lapar
setiap hari merasakannya.
Untuk berteduh pun tidak ada yang layak,
terlebih untuk makan tiap harinya tak ada. Sering menangis dan meratapi nasib
minta kepada sang ilahi robbi agar diberikan kemudahan semuanya. Sambil
berikhtiar mencari nafkah dilingkungan kehidupannya yaitu di Kalisari Desa
Jingkang siang harinya, dan malamnya menuntut ilmu agama kepada :
1. Kyai
Rasmuki – Jingkang
Beliau adalah ulama lokal di
Grumbul Kalisari Desa Jingkang, kepada beliaulah Eyang Sumeri Carwin pertama
kali menimba ilmu selagi masih sangat muda. Seiring berjalannya waktu Kyai
Rasmuki mendirikan TPQ Miftahul Iman bersama menantunya yaitu Ustadz Dartam.
Setelah beranjak anak anak, mulai ikut kerja
dirumah seseorang (Ngenger) dirumah H. Hasyim Jaenudin guna mendapat upah
membantu usaha ayahnya mencari makan untuk keluarganya dirumah menafkahi adik
adiknya.
Selain Ngenger ternyata Eyang Sumeri Carwin
sambil menimba ilmu agama, karna kebetulan majikannya adalah seorang pemilik
Madrasah Diniyah yang dermawan yaitu H. Hasyim Jaenudin, disana Eyang Sumeri
Carwin ikut mengaji di Madrasah dengan mengaji kepada :
2. H. Hasyim
Jaenudin - Jingkang
Sang H. Hasyim Jaenudin bin
Madsarif mempunyai nama kecil Madrakip, beliau mendirikan madrasah tepatnya di
Grumbul Kaliwulan Desa Jingkang sebelum berangkat menunaikan ibadah haji dengan
istrinya.
H. Hasyim Jaenudin merupakan
anak dari Mbah Madsarif dari 8 bersaudara, dimana Mbah Madsarif adalah seorang
mursid Thareqoh dari Cirebon
3. Kyai Mad
Rois - Kaliwangi
Beliau Kyai Mad Rois berasal
dari Desa Kaliwangi yang sengaja diminta oleh H.Hasyim Jaenudin untuk membantu
madrasahnya yang ada di Kaliwulan Desa Jingkang.
Kyai Mad Rois sangat menguasai
Bahasa Arab sehingga pendidikan di Madrasah semakin berkembang.
Setelah beberapa tahun kemudian, karna urusan
pekerjaan sebagai orang yang sedang ngenger dan karna urusan keluarga khususnya
5 adiknya yang harus diurusi dirumah, maka Eyang Sumeri Carwin pulang kerumah
membantu ayahandanya yaitu Eyang Tarpingi mencari nafkah dan sebagainya.
Setelah beberapa waktu dirumah, sambil mengaji
juga kepada ayahandanya yaitu :
4. Eyang
Tarpingi – Jingkang
Ayah kandung Eyang Sumeri
Carwin yaitu TARPINGI putra dari KASANOM putra dari SURAJIWA.
Eyang Tarpingi sewaktu masih
remaja adalah santri di Madrasah Diniyah Karang Nangka bersama dengan temannya
yaitu Pardi TURMUDI. Eyang Tarpingi sampai menjadi Lurah Madrasah menggantikan
Pardi Turmudi yang menjadi Kepala Desa Jingkang.
Guru ngaji Eyang Tarpingi
yaitu
a. Qoyim (LEBE) MAD ROPINGI, yang
merupakan ayah dari LEBE SIDIK
b. Mbah KASANOM, yang
mewarisi ilmu tasawuf jawa dari ayahnya
c. Mbah SURAJIWA, seorang ahli
thareqoh dan tasawuf jawa dari Kedunglosir – Kediri – Jawa Timur
akhirnya Eyang Sumeri Carwin memutuskan untuk
ngenger kembali ke lain daerah, yaitu ke Manuk Siung Desa Jingkang dirumah
seorang Kepala Kadus 3 Desa Jingkang yaitu Bpk San Ilyas. Sambil ngenger dan
mengisi masa remajanya, Eyang Sumeri Carwin ikut ngaji di Madrasah Diniyah yang diasuh oleh
H.Madirwan, dengan seperti itu maka melanjutkan ngajinya kepada :
5. H. Madirwan
- Jingkang
Beliau H. Madirwan adalah
pengasuh madrasah diniyah di manuksiung, beliau adalah seorang Qoyim atau LEBE
(Jaman dahulu), seorang guru ngajidan juga seorang tokoh masyarakat yang sangat
disegani. Keilmuawannya tentang agama sangat disegani dikalangan ulama ulama di
Desa Jingkang.
6. Qoyim San
Muksin - Jingkang
Bahasa Qoyim merupakan bahasa
jaman kekinian, pada jaman dahulu, istilah yang populer adalah LEBE. Lebe San Muksin
merupakan anak angkat dari H. Madirwan (Pengasuh sebelum Qoyim San Muksin).
Meskipun anak angkat, tapi sudah seperti anak sendiri. Keilmuan tentang agama
dan pemerintahan juga diwariskan dari Qoyim Haji Madirwan kepada Qoyim San
Muksin.
7. Kyai
Khaerudin – Bantuanten
Sang Kyai Khaerudin merupakan
seorang ulama yang diundang khusus oleh pengasuh Madrasah Manuksiung untuk
membantu proses pembelajaran keagamaan di madrasah. Berkat peran Kyai Khaerudin
ini madrasah semakin berkembang dijamannya.
8. Ust Suroso
– Banjarsari
Beliau adalah seorang Guru yang
berprofesi juga sebagai guru ngaji, beliau berasal dari Planjan Desa
Bantuanten, beliaunya Ust Suroso ikut membantu proses pembelajaran di Madrasah
Diniyah manuksiung Desa Jingkang
Ikut mengaji ilmu di madrasah diniyah
manuksiung sekitar 3 tahun lamanya, sudah sampai 3 kali mengikuti haflah
akhisanah. Di tahun terakhir Eyang Sumeri Carwin ditunjuk sebagai Lurah Madrasah
sehingga pada acara haflah diberi tanggung jawab mengisi muqadimah haflah
akhirusanah di manuksiung.
Setelah beranjak Dewasa, akhirnya menikah dengan seorang gadis desa bernama
DISAH. Yang ternyata gadis yang dinikahinya masih ada hubungan keluarga dengan
guru ngajinya yang di Madrasah Kaliwulan. Gadis yang dinikahinya yaitu DISAH
putri dari Eyang RISEM adik dari H. HASYIM JAENUDIN putra dari Mbah MADSARIF
Sang ahli thareqoh Cirebonan.
Dalam hal ini berarti Alloh SWT mempertemukan
jodohnya dalam bidang ilmu maupun keagamaan. dalam penikahan ini Eyang Sumeri
Carwin dan Ibu Disah dikaruniai 7 anak yaitu :
1.
Rositi
2.
Siti Lutfiyah
3.
Siti
Munawaroh
4.
Zainur Rohman
5.
Muh Cipto
Waluyo
6.
Pujiarti
7.
Adib Nur
Fadli
Setelah beranjak tua, bersama anak anaknya
yang dititipkan untuk ikut ngaji dipesantren. salah satunya di Pesantren
Darussa’adah Gununglurah maka Eyang Sumeri Carwin pun ikut ngaji JIPING (Ngaji
Kuping) sesekali jika sowan ke pengasuh ataupun dalam Haflah Akhirusanah. Yang
pada waktu itu diasuh oleh kyai :
9. Kyai
Bunyamin Ma’ruf - Gununglurah
Beliau adalah muassis Ponpes
Darussa’adah Gununglurah Cilongok, sebagai seorang muassis beliau sangat
dikenal di masyarakat maupun dikalangan ulama. Kepada Kyai Bunyamin Ma’ruf
inilah Eyang Sumeri Carwin melanjutkan ngaji kuping (JIPING) nya. Sampai akhir
hayatnya Sang Kyai Bunyamin Ma’ruf sekitar tahun 1995 an.
Setelah anak anak dari Eyang Sumeri Carwin
beranjak dewasa, alkhamdulilah anak anaknya berkembang di dalam ilmu agama.
Salah satunya yaitu Muh Cipto Waluyo yang mendirikan Lembaga Pendidikan Islam
AL MUHAJIRIN yang merupakan pesantren yang basik silat di dalamnya.
Muh Cipto Waluyo sesekali ikut ngaji di Desa
Cipete tepatnya di Ponpes ATTAMAMI, yang sering mengadakan kajian kitab kuning
setiap hari akhad pagi. Dalam mengikuti kegiatan Akhad pagi inilah Eyang Sumeri
Carwin diajak oleh anaknya yaitu Muh Cipto Waluyo. Dimana kitab kuning IRSYADUL
SYAR’I ini disampaikan oleh kyai yang mumpuni yaitu :
10. Kyai
Khayatul Maqi – Cideng Cikembulan
Beliau adalah seorang ulama
Nahdatu Ulama yang sangat dikenal dikalangan ulama. Namun beliau sekarang sudah
berpulang kerahmatulloh.
Muh Cipto Waluyo sebagai seorang anak dari
Eyang Sumeri Carwin pun mempunyai banyak petualang dalam mencari guru ilmu
agamanya. Yang salah satunya diikuti pula oleh Eyang Sumeri Carwin yaitu :
11. Kyai Nur
Achyadi – Watumas Purwokerto
Beliau adalah seorang ulama
ahli ilmu tasawuf. Yang sangat mumpuni dibidangnya dan beliau juga sebagai
Pengasuh Majelis Ta’lim AD DZIKRO. Disamping itu Kyai Nur Ackyadi juga
mempunyai Perguruan Silat MARUYUNG, dan beliaulah sebagi Guru Besar Pusat
Maruyung.
Dalam perjalanan kehidupan, segala sesuatu
tidak ada yang tahu akan seperti apa. Mungkin inilah yang terbaik oleh Alloh
SWT yang diberikan kepada Eyang Sumeri Carwin. Sejak tahun 2017 akhirnya Romo
Sumeri Carwin menjadi Pembina Lembaga Pendidikan Islam AL MUHAJIRIN yang
didirikan Oleh Muh Cipto Waluyo dan diketuai Oleh Zainur Rohman.
Semoga hal ini dapat memberikan efek yang
positif untuk kita semua, semakin bertambah dalam menuntut ilmu agama, semoga
berkah barokah semuanya..

Belum ada tanggapan untuk "Eyang Sumeri Carwin, Tokoh dan Pembina Ponpes Al Muhajirin Desa Jingkang"
Posting Komentar