Assalamu’alaikum Warohmatulloh Wabarokatuh.
Sebelumnya saya minta maaf yang
sebesar – besarnya kepada pihak Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang karena saya
ada keperluan curhat yang menyangkut dengan pendiri Pondok Pesantren Tebu
Ireng.
Perkenalkan saya Muh Cipto Waluyo aliran
saya “Nahdlatul Ulama” umur sekitar 27 tahun, saya sangat senang, suka dan
bangga menjadi umat islam, dalam benak saya saya berfikir seandainya semua umat
di dunia beragama islam pasti semua akan menjadi tenang dan tentram tentunya.
Karena keinginan yang kuat itulah
saya berusaha mendalami agama islam dengan sungguh – sungguh, tapi keadaan
berkata lain karena orang tua saya kurang mampu akhirnya saya bersekolah biasa
dengan mengandalkan beasiswa.
Waktu saya masih duduk di bangku
SD saya sering mengikuti pengajian dari masjid ke masjid. Sejak saat itulah
saya merasa terpanggil untuk mandalami agama dengan sungguh – sungguh. Kakak –
kakak saya di Pesantrenkan di Pondok Pesantren Lokalan dan saya juga sesaat juga diajak kakak tapi saya malah justru
banyak di sekolahkan formal seperti sewajarnya anak – anak lain.
Setelah saya masuk SMP saya
berusaha mendalami ilmu agama islam dengan cara bergabung di Organisasi Pencak
Silat NU MARUYUNG. Saya ikut karena di Perguruan ini mewajibkan anggotanya
menjalankan syareat islam dengan baik. Saya sangat menikmati kegiatan –
kegiatan yang ada baik olah kanuragan sampai ke olah kebatinan.
Setelah kurang lebih 2 tahun saya
ikut organisasi ini. Akhirnya saya diberi amalan berupa Wirid Dzikrulloh. Dalam
aturannya semakin sering diwirid semakin baik karena semakin mendekatkan diri
pada Alloh SWT.
Setelah kurang lebih 9 tahun
lamanya saya ikut di Perguruan Pencak Silat NU MARUYUNG, akhirnya saya diberi
amanat langsung dari guru saya tahun 2003 untuk mendirikan latihan Pencak Silat NU MARUYUNG
di desa saya sendiri. saya berusaha mendalami agama serta menyebarkannya minimal
kepada santri perguruan saya terus menerus sampai akhirnya pada suatu malam setelah selesai
solat malam dan Dzikir saya tertidur dan bermimpi bertemu dengan seorang ulama
sampai tiga kali dalam waktu yang berbeda :
- 1 Waktu itu saya mimpi bertemu dengan ulama yang sedang mengajar ngaji santri – santrinya yang sangat banyak di sebuah pendopo sambil duduk di kursi goyang, pas itu saya lewat dan saya dipanggil beliau untuk maju kedepan. Pada saat itulah saya disuruh untuk turut serta mengisi pengajian kepada santrinya itu. Saya bingung tapi saya berusaha menjalaninya sebisa saya.karena saya merasa bukan faq saya yang tidak sesuai dengan keahlian saya, akhirnya saya mohon ijin “Maaf, sepertinya saya tidak bisa melanjutkan pengajian ini karena saya tidak tau banyak takutnya salah dalam menyampaikannya” dan beliaupun menjawab “ya sudah tidak apa – apa, ajari saja santri ini sesuai apa yang kamu bisa” saya pun menjawab “nggih matur nuwun, tapi maaf boleh saya tau dengan siapa saya berbicara.!” Dan beliaupun menjawab “ Aku Hasyim Asyhari “. Dan setelah menjawab akhirnya saya menjalankan tugas sesuai dengan apa yang saya bisa yaitu mengajari beladiri Pencak Silat.
- 2. Selang sebulan lamanya kiranya setelah saya sholat malam dan wirid akhirnya bertemu lagi dengan beliau. Di mimpi yang kedua ini saya seperti berdiri dipanggung pementasan dengan ditonton ribuan santri. Disana dikumpulkan 9 orang termasuk saya untuk berbaris di panggung.saya adalah orang terakhir pada barisan ittu, saya bingung ditonton ribuan santri. Tidak lama kemudian Hadratus Syaikh KH Hasyim Asyhari pun datang beserta ajudannya, ajudannya membawa lampan yang isinya baju yang sudah dirapikan. Mulai saat itulah saya melihat satu persatu dari urutan pertama diganti bajunya dengan jubah sorban dan ikat kepala serta di beri papan nama, sampai akhirnya giliran saya mendapatkan hal yang sama, saya mendapat jubah sorban dan ikat kepala beserta tongkat papan nama bertuliskan “PENCAK SILAT”.
- 3. Selang beberapa bulan kemudian saya berjumpa kembali dengan Hadratus Syaikh KH Hasyim Asyhari, dalam pertemuan ketiga ini beliau menyuruh saya berkeliling dengan memakai pakaian yang diberikan beliau menyebarkan Silat NU, dan sayapun bergegas melaksanakannya.
Kejadian ini sudah terjadi
sekitar dua tahun yang lalu, sewaktu saya aktif melaksanakan kegiatan seperti :
- Mengajar mengaji agama di Masjid pada malam hari
- Mengajak wirid Dzikrulloh pemuda pemudi di Masjid ditengah malam
- Mengajar beladiri di sekolah – sekolah sebagai wujud kerja sama dalam ekstra kurikuler
- Mengajar beladiri dipedesaan keliling dengan jadwal ditentukan
Terus terang saya bingung sampai
sekarang maksud dari semua mimpi itu, saya berusaha mencari jawaban atas semua
mimpi saya itu dengan bertanya pada guru silat saya dan ulama lainnya. Mereka
menjawab bahwa leluhur telah mengijinkan dan meridloi kegiatan beladiri yang
saya adakan ditempat saya. Tapi saya masih butuh keyakinan dan penjelasan yang
lebih sehingga saya ingin adanya penjelasan dengan menghubungi Pondok Pesantren Tebu Ireng
yang didirikan oleh Hadratus Syaikh Kyai Haji Hasyim Asyhari. Dengan mendapat penjelasan langsung
akan membuat saya jelas dengan apa yang dimaksud.
Terima kasih atas semuanya. jika ada yang berkenan memberikan pendapat dan sebagainya kami mohon untuk dapat menghubungi pada saya yaitu :
Contact Person 081327730919 atau email maruyung.jkg@gmail.com
Demikian semoga penjelasannya menjadi amal yang khasanah dan berguna bagi agama nusa dan bangsa.Amin ya robal ngalamin.
Contact Person 081327730919 atau email maruyung.jkg@gmail.com
Demikian semoga penjelasannya menjadi amal yang khasanah dan berguna bagi agama nusa dan bangsa.Amin ya robal ngalamin.
Wasssalamu’alaikum Warohmatulloh
Wabarokatuh.

Belum ada tanggapan untuk "Amanat langsung di alam mimpi dari Hadratus Syaikh KH Hasyim Asyhari - Pendiri NU Tebu Ireng Jombang Jawa Timur"
Posting Komentar